Adobe Commerce Indonesia 2026: Platform E-Commerce Enterprise Pilihan Bisnis Skala Menengah hingga Korporat
Oleh Tim PT. Solutech Inovasi Teknologi | April 2026 | Kategori: E-Commerce, Adobe Commerce, Magento, Transformasi Digital
Di balik ribuan toko online yang Anda kunjungi setiap harinya — dari brand fashion lokal premium, distributor B2B besar, hingga perusahaan multinasional — banyak yang didukung oleh satu platform yang sama: Adobe Commerce, yang sebelumnya dikenal luas sebagai Magento. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2008 hingga diakuisisi Adobe seharga USD 1,68 miliar pada 2018, platform ini telah membuktikan dirinya sebagai fondasi e-commerce yang dapat diandalkan untuk bisnis dari berbagai skala dan kompleksitas.
Di Indonesia, adopsi Adobe Commerce terus tumbuh — didorong oleh booming ekonomi digital yang kini mencapai GMV USD 90 miliar, meningkatnya kebutuhan bisnis untuk memiliki platform e-commerce yang benar-benar dikustomisasi sesuai proses bisnis unik mereka, dan semakin matangnya ekosistem pengembang Magento lokal. Brand-brand besar seperti Nike, Samsung, Coca-Cola, Ford, dan Liverpool FC kepercayaan kepada platform ini — dan di Indonesia, ratusan bisnis dari retailer fashion hingga distributor FMCG dan perusahaan manufaktur sudah menggunakannya.
- Solutech Inovasi Teknologi adalah salah satu system integrator Adobe Commerce (Magento) paling berpengalaman di Indonesia — dengan rekam jejak implementasi sejak 2015, mencakup pengembangan mobile app berbasis Magento, integrasi dengan ERP (SAP, NetSuite, Orlansoft, Acumatica), payment gateway, logistik, PPOB, dan berbagai sistem pihak ketiga lainnya. Panduan komprehensif ini kami tulis untuk membantu bisnis Indonesia memahami Adobe Commerce secara mendalam dan membuat keputusan yang tepat.
Adobe Commerce & Magento: Fakta & Angka Kunci 2026
716.200 website aktif menggunakan Magento — dengan 151.000 di antaranya masih aktif secara operasional (termasuk Ford, Liverpool FC, Coca-Cola, Omega)
USD 1,68 M nilai akuisisi Adobe Inc. atas Magento — pada Mei 2018 — mengintegrasikan Magento ke dalam Adobe Experience Cloud
2.4.8 versi Magento Open Source terbaru — dirilis 10 Maret 2026 dengan dukungan PHP 8.3 dan PHP 8.4
$22K–$125K+ estimasi biaya lisensi Adobe Commerce per tahun — tergantung GMV, fitur, dan skala bisnis (tidak termasuk implementasi & hosting)
2015 tahun PT. Solutech mulai implementasi Magento — lebih dari 10 tahun pengalaman melayani klien di berbagai industri Indonesia
+35% potensi peningkatan konversi — dengan Adobe Commerce yang diimplementasikan secara optimal dan terintegrasi AI
Apa Itu Adobe Commerce (Magento)?
Adobe Commerce — yang sebelumnya dikenal sebagai Magento — adalah platform e-commerce open source berbasis PHP yang memungkinkan bisnis membangun toko online dengan tingkat kustomisasi yang sangat tinggi. Platform ini mendukung model penjualan B2C (Business-to-Consumer), B2B (Business-to-Business), maupun kombinasi keduanya (B2B2C) dalam satu instalasi.
Pada April 2021, Adobe secara resmi mengganti nama Magento Commerce menjadi Adobe Commerce sebagai bagian dari integrasi jangka panjang ke dalam ekosistem Adobe Experience Cloud — suite produk Adobe untuk menciptakan pengalaman digital yang dipersonalisasi di berbagai kanal dan perangkat. Integrasi ini membawa Adobe Commerce lebih dekat dengan Adobe Analytics, Adobe Target, Adobe Experience Manager, dan alat-alat Adobe Sensei AI.
“Solutech sebagai system integrator memiliki tim yang berpengalaman dalam melakukan implementasi Adobe Commerce Magento untuk berbagai client sejak 2015.” — solutech.id
Pada 2026, Adobe juga meluncurkan Adobe Commerce as a Cloud Service (ACCS) — versi SaaS yang dikelola sepenuhnya oleh Adobe, menggabungkan fleksibilitas Magento dengan kemudahan managed service. Ini memberikan pilihan deployment yang lebih beragam bagi bisnis Indonesia: on-premise, managed cloud, atau SaaS cloud.
Tiga Edisi Adobe Commerce (Magento): Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?
Pemahaman tentang perbedaan ketiga edisi ini adalah langkah pertama yang krusial dalam memilih solusi yang tepat:
| Aspek | Magento Open Source | Adobe Commerce On-Premise | Adobe Commerce Cloud (ACCS) |
| Harga Lisensi | Gratis (open source) | $22K–$125K+/tahun | Quote-based (SaaS, sejak Jun 2025) |
| Hosting | Self-managed | Self-managed / Managed Services | Dikelola Adobe (Azure) |
| Fitur B2B Suite | Tidak ada | Lengkap (native) | Lengkap (native) |
| Page Builder | Tidak ada | Ya (drag & drop) | Ya (drag & drop) |
| Adobe Sensei AI | Terbatas | Ya (Live Search, Rekomendasi) | Ya + Agentic AI via AEP |
| Customer Segmentation | Tidak ada | Advanced | Advanced |
| Dukungan Adobe | Komunitas | SLA-backed | SLA-backed |
| Kustomisasi | Sangat Tinggi | Sangat Tinggi | Lebih Terbatas (SaaS) |
| Cocok Untuk | SMB teknis, startup | Enterprise, B2B kompleks | Enterprise skala besar, multi-brand |
Catatan: Magento Open Source cocok untuk bisnis yang memiliki tim pengembang internal atau bermitra dengan agency seperti Solutech. Adobe Commerce memberikan nilai terbesar untuk bisnis dengan GMV $5M+ atau kebutuhan B2B yang kompleks.
Fitur Unggulan Adobe Commerce yang Menjadi Kekuatan Utamanya
1. Kemampuan B2B yang Paling Komprehensif
Adobe Commerce memiliki salah satu fitur B2B native terkuat di industri e-commerce. Ini mencakup:
- Company Accounts — pelanggan dapat memetakan struktur organisasi mereka (buyer, manager, admin) dengan approval workflow yang dikustomisasi
- Quoting System — menggantikan ‘Add to Cart’ dengan ‘Request Quote’ untuk proses negosiasi harga yang sepenuhnya digital
- Shared Catalogs — tampilkan katalog dan harga yang berbeda untuk setiap pelanggan atau segmen pelanggan
- Quick Order — input massal produk via SKU untuk pelanggan B2B yang sudah tahu persis apa yang mereka butuhkan
- Requisition Lists — daftar pembelian berulang yang tersimpan, mempercepat reorder untuk pelanggan bisnis
- Credit Limit Management — kelola limit kredit dan syarat pembayaran untuk setiap akun pelanggan B2B
2. Kustomisasi Tanpa Batas
Ini adalah keunggulan terbesar Adobe Commerce dibandingkan platform SaaS seperti Shopify. Karena berbasis open source, setiap aspek platform dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis yang spesifik: alur checkout yang unik, integrasi dengan sistem internal yang kompleks, tampilan dan nuansa yang sepenuhnya sesuai brand, logika penetapan harga yang tidak standar, dan rule bisnis yang tidak bisa diakomodasi oleh platform generik.
3. Adobe Sensei AI — Kecerdasan Bawaan
Adobe Commerce mengintegrasikan Adobe Sensei, platform AI Adobe, untuk dua fitur utama:
- Live Search — pencarian produk real-time yang didukung AI, memberikan hasil yang semakin relevan berdasarkan perilaku pengunjung dan konteks pencarian
- Product Recommendations — rekomendasi produk yang dipersonalisasi berdasarkan perilaku browsing, riwayat pembelian, dan kesamaan dengan pelanggan lain
Untuk kemampuan AI yang lebih advanced termasuk Agentic AI, integrasi dengan Adobe Experience Platform (AEP) diperlukan — yang dapat secara signifikan menambah total biaya kepemilikan.
4. Multi-Store & Multi-Website dari Satu Admin
Bisnis dapat mengelola banyak toko, website, dan brand dari satu panel admin terpadu — dengan konfigurasi terpisah untuk setiap store (bahasa, mata uang, harga, katalog, tema). Ini sangat powerful untuk perusahaan yang mengelola beberapa brand atau beroperasi di beberapa negara.
5. Page Builder — CMS Visual yang Powerful
Fitur drag-and-drop Page Builder memungkinkan tim marketing membuat dan mengelola halaman konten (landing page, halaman promosi, halaman kategori) secara mandiri tanpa membutuhkan developer. Ini mempercepat kampanye pemasaran dan mengurangi ketergantungan pada tim teknis.
6. Manajemen Katalog yang Canggih
Adobe Commerce dirancang untuk katalog yang besar dan kompleks: ratusan ribu SKU, produk dengan atribut yang sangat beragam, harga dinamis berbasis segment, bundle products, configurable products, dan virtual/downloadable products. Platform ini telah teruji mengelola katalog dengan jutaan varian produk.
Ekosistem Integrasi Adobe Commerce di Indonesia
Salah satu keunggulan terbesar memilih mitra implementasi berpengalaman seperti PT. Solutech adalah kemampuan integrasi yang luas. Berikut ekosistem integrasi yang relevan untuk bisnis Indonesia:
| Kategori | Platform / Sistem yang Didukung | Nilai Bisnis |
| ERP Integration | SAP, NetSuite, Orlansoft, Acumatica, Odoo, Microsoft Dynamics | Sinkronisasi inventaris, harga, pesanan otomatis real-time |
| Payment Gateway | Midtrans, Xendit, DOKU, GoPay, OVO, Bank Transfer BCA/BRI/BNI, Kredivo | Checkout yang mulus dengan pilihan pembayaran lokal terlengkap |
| Logistik & Pengiriman | JNE, J&T, SiCepat, AnterAja, GoSend, Ninja Express, TIKI | Kalkulasi ongkir otomatis, tracking real-time, cetak label |
| PPOB & Marketplace | Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli channel management | Multi-channel selling dengan sinkronisasi stok terpusat |
| CRM & Marketing | HubSpot, Salesforce CRM, Mailchimp, klaviyo, MoEngage | Personalisasi komunikasi berdasarkan perilaku pembelian |
| Analytics & BI | Adobe Analytics, Google Analytics 4, Apache Superset, Metabase | Dashboard performa toko real-time dan analitik mendalam |
| Komunikasi | WhatsApp Business API, SMS Gateway, Email Transaksional | Notifikasi otomatis order, pengiriman, dan marketing |
| Mobile App | React Native, Flutter berbasis Magento API (REST/GraphQL) | Aplikasi mobile bertenaga Adobe Commerce untuk iOS & Android |
Adobe Commerce vs Platform E-Commerce Lainnya: Kapan Memilih Mana?
Pertanyaan paling umum yang kami terima: ‘Apakah Adobe Commerce tepat untuk bisnis saya, atau lebih baik menggunakan Shopify/WooCommerce?’ Jawabannya bergantung pada konteks bisnis Anda:
| Kriteria | Adobe Commerce | Shopify Plus | WooCommerce | PrestaShop |
| Kustomisasi | Sangat Tinggi | Sedang | Tinggi | Sedang |
| B2B Native | Sangat Lengkap | Terbatas | Via Plugin | Terbatas |
| Skalabilitas | Enterprise-grade | Tinggi | Sedang | Sedang |
| Katalog Besar | 100K+ SKU optimal | Baik | Sedang | Sedang |
| Biaya Lisensi | $22K+/thn (Commerce) | $2K-$25K+/bln | Gratis (hosting berbayar) | Gratis (CE) |
| Time to Market | Lambat (kustomisasi) | Cepat | Sedang | Sedang |
| Integrasi ERP | Sangat Kuat | Terbatas | Via Plugin | Terbatas |
| Multi-Store | Native & Kuat | Terbatas | Plugin | Plugin |
| Cocok Untuk | B2B kompleks, enterprise | D2C skala, multi-channel | Blog+toko sederhana | Toko menengah sederhana |
Pilih Adobe Commerce jika: Anda menjual produk kompleks (konfigurable, bundled), memiliki ribuan pelanggan B2B dengan harga berbeda, membutuhkan integrasi ERP yang mendalam, atau mengelola beberapa brand/website dari satu platform. Pilih Shopify Plus jika: Anda menjual produk standar D2C, membutuhkan time-to-market yang cepat, dan tim IT terbatas.
Industri yang Paling Banyak Mengadopsi Adobe Commerce di Indonesia
- Fashion & Apparel
Brand fashion premium dan mid-range menggunakan Adobe Commerce karena kemampuannya mengelola katalog produk yang besar dengan banyak varian (ukuran, warna), visual merchandising yang kuat, dan integrasi dengan sistem manajemen gudang. Fitur customer segmentation memungkinkan penawaran yang dipersonalisasi berdasarkan tier membership dan riwayat pembelian.
- Distributor & Grosir (B2B)
Distributor skala menengah hingga besar adalah pengguna terbesar Adobe Commerce B2B Suite di Indonesia. Kemampuan shared catalog (harga berbeda per pelanggan), quoting system, dan company accounts menggantikan proses pemesanan manual via telepon/WhatsApp yang lambat dan rawan kesalahan menjadi proses digital yang efisien.
- Manufaktur & Industrial Supplies
Perusahaan manufaktur yang menjual suku cadang, perlengkapan industri, atau bahan baku secara online membutuhkan platform yang bisa mengelola katalog teknis yang kompleks (dengan atribut spesifikasi yang detail), harga kontrak per pelanggan, dan integrasi langsung dengan sistem ERP produksi mereka.
- Elektronik & Teknologi
Penjual elektronik, komputer, dan periferal IT memanfaatkan kemampuan Adobe Commerce dalam mengelola produk dengan spesifikasi teknis yang panjang, bundling produk, program garansi, dan integrasi dengan sistem POS untuk toko fisik (omnichannel).
- Kesehatan & Farmasi
Platform e-commerce untuk distribusi alat kesehatan, suplemen, dan produk farmasi membutuhkan kontrol akses yang ketat (beberapa produk hanya bisa dibeli oleh tenaga medis), manajemen expired date, dan integrasi dengan sistem inventory farmasi. Adobe Commerce mendukung semua ini melalui kustomisasi.
- Otomotif & Spare Parts
Industri otomotif dengan katalog suku cadang yang mencapai ratusan ribu SKU membutuhkan fitur pencarian part number yang akurat, kompatibilitas kendaraan sebagai filter, dan integrasi dengan sistem manajemen gudang yang kompleks.
Perkembangan Terbaru Adobe Commerce & Magento 2026
Magento Open Source 2.4.8 — Dirilis 10 Maret 2026
Versi terbaru Magento Open Source 2.4.8 membawa perubahan signifikan yang perlu diperhatikan oleh semua pengguna Magento Indonesia:
- Dukungan PHP 8.3 dan PHP 8.4 — wajib upgrade jika masih menggunakan PHP 8.2 yang sudah EOL
- Elasticsearch dihapus — wajib migrasi ke OpenSearch 2.x sebelum upgrade ke versi ini
- Peningkatan performa signifikan untuk halaman katalog dengan produk dalam jumlah besar
- Monthly isolated security patches mulai Januari 2026 untuk respons keamanan yang lebih cepat
- Composer 2.9+ menjadi persyaratan baru untuk manajemen dependensi
Adobe Commerce as a Cloud Service (ACCS) — Sejak Juni 2025
Adobe meluncurkan ACCS sebagai opsi SaaS yang dikelola penuh oleh Adobe di infrastruktur Azure. Kelebihan: tidak perlu mengelola infrastruktur, update otomatis, SLA yang kuat. Keterbatasan: tingkat kustomisasi lebih terbatas dibanding on-premise, dan harga quote-based yang umumnya lebih tinggi. Untuk bisnis Indonesia dengan kebutuhan kustomisasi tinggi, on-premise atau managed hosting masih menjadi pilihan yang lebih populer.
Integrasi AI: Adobe Sensei & Agentic AI
Adobe Commerce kini mengintegrasikan AI di dua level: Adobe Sensei (Silent AI — bekerja di latar belakang untuk Live Search dan Product Recommendations) dan Agentic AI melalui Adobe Experience Platform (AEP) untuk kemampuan AI yang lebih proaktif. Penting dicatat: fitur Agentic AI memerlukan lisensi AEP terpisah yang dapat menggandakan atau melipattigakan total biaya platform Adobe secara keseluruhan.
Roadmap Implementasi Adobe Commerce: 6 Tahap Menuju Toko Online yang Sukses
Berdasarkan pengalaman lebih dari 10 tahun PT. Solutech mengimplementasikan Adobe Commerce untuk berbagai klien Indonesia, berikut adalah roadmap implementasi yang telah terbukti menghasilkan proyek yang sukses:
- Discovery & Business Requirements Analysis
Identifikasi semua kebutuhan bisnis secara menyeluruh: proses pemesanan yang ada, alur pembayaran, kebutuhan integrasi sistem, segmentasi pelanggan, dan KPI yang ingin dicapai. Fase ini menentukan 80% keberhasilan proyek.
- Architecture Design & Technology Stack
Tentukan arsitektur teknis: edisi Magento yang tepat, hosting environment (cloud managed atau on-premise), database (MySQL 8.4/MariaDB 11.4), caching (Redis/Valkey), search engine (OpenSearch), CDN, dan keamanan (WAF, 2FA, CSP v3).
- UI/UX Design & Theme Development
Rancang pengalaman berbelanja yang mencerminkan brand Anda: wireframe, prototyping, custom theme development, dan optimasi UX untuk konversi. Pastikan desain mobile-first mengingat mayoritas traffic e-commerce Indonesia datang dari smartphone.
- Core Development & Extensions
Pengembangan fitur custom, konfigurasi modul, instalasi dan kustomisasi extensions dari Magento Marketplace, dan integrasi awal dengan sistem yang sudah ada. Tahap ini biasanya memakan 60-70% dari total waktu proyek.
- Integration & QA Testing
Integrasi dengan payment gateway, logistik, ERP, dan sistem lain dilakukan dan diuji secara menyeluruh. User acceptance testing (UAT) dengan tim klien untuk memastikan semua alur bisnis berjalan sesuai requirement.
- Go-Live & Post-Launch Optimization
Soft launch dengan monitoring intensif, optimasi performa (page speed, Core Web Vitals), konfigurasi SEO teknis, pelatihan tim operasional, dan support pasca-go-live untuk menangani isu yang muncul di lingkungan produksi nyata.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Adobe Commerce di Indonesia
Q: Apa perbedaan Magento dan Adobe Commerce?
A: Magento dan Adobe Commerce pada dasarnya adalah platform yang sama. Magento Open Source adalah versi komunitas yang gratis. Adobe Commerce adalah versi enterprise berbayar yang menambahkan fitur B2B suite, Page Builder, advanced reporting, customer segmentation, dukungan Adobe, dan integrasi dengan Adobe Experience Cloud. Setelah akuisisi oleh Adobe pada 2018, nama ‘Magento Commerce’ diubah menjadi ‘Adobe Commerce’ pada 2021.
Q: Berapa biaya membangun toko online dengan Adobe Commerce di Indonesia?
A: Biaya total tergantung banyak faktor. Untuk Magento Open Source (tanpa biaya lisensi): biaya proyek pengembangan Rp 150 juta – 1 miliar+ tergantung kompleksitas fitur, custom design, dan integrasi yang dibutuhkan. Untuk Adobe Commerce (dengan biaya lisensi $22K-$125K+/tahun): proyek enterprise biasanya Rp 500 juta – 3 miliar+. Biaya hosting, maintenance tahunan, dan pengembangan fitur lanjutan juga perlu diperhitungkan. Konsultasikan kebutuhan spesifik Anda dengan tim Solutech untuk estimasi yang akurat.
Q: Apakah Adobe Commerce cocok untuk toko online UMKM?
A: Untuk UMKM dengan produk sederhana dan anggaran terbatas, Magento Open Source bisa menjadi pilihan jika ada mitra implementasi yang tepat. Namun untuk UMKM tahap awal, platform yang lebih ringan seperti WooCommerce atau Shopify sering kali lebih cost-effective. Adobe Commerce / Magento Open Source mulai memberikan nilai terbaiknya ketika bisnis sudah memiliki volume transaksi yang signifikan, kebutuhan kustomisasi tinggi, atau model B2B yang kompleks.
Q: Bagaimana cara migrasi dari platform lain (Shopify/WooCommerce) ke Adobe Commerce?
A: Migrasi melibatkan beberapa tahap: audit data yang ada (produk, pelanggan, pesanan), pemilihan tools migrasi (LitExtension atau custom script), migrasi data secara bertahap, rekonfigurasi integrasi, pengujian menyeluruh, dan cut-over yang terencana. PT. Solutech memiliki pengalaman dalam migrasi dari berbagai platform ke Magento/Adobe Commerce dengan meminimalkan downtime dan risiko kehilangan data.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk implementasi Adobe Commerce?
A: Untuk toko dengan kompleksitas menengah (Magento Open Source, desain custom, 3-5 integrasi): 3-5 bulan. Untuk implementasi enterprise Adobe Commerce dengan B2B suite lengkap dan integrasi ERP yang kompleks: 5-12 bulan. Timeline sangat bergantung pada kelengkapan requirement di awal, ketersediaan feedback dari klien, dan kompleksitas integrasi yang dibutuhkan.
Q: Apakah PT. Solutech memberikan dukungan setelah toko online live?
A: Ya, PT. Solutech menyediakan layanan support pasca-implementasi yang komprehensif: bug fixing, update keamanan Magento, optimasi performa, pengembangan fitur baru, monitoring infrastruktur, dan training tim operasional. Kami menawarkan paket retainer bulanan untuk klien yang membutuhkan pengembangan berkelanjutan dan dukungan teknis yang andal.
Implementasikan Adobe Commerce Bersama PT. Solutech Inovasi Teknologi
Dengan lebih dari 10 tahun pengalaman sejak 2015, PT. Solutech Inovasi Teknologi adalah mitra implementasi Adobe Commerce (Magento) yang paling berpengalaman dan terpercaya di Indonesia. Kami memahami konteks bisnis lokal, ekosistem teknologi Indonesia, dan tantangan unik yang dihadapi bisnis dari berbagai industri dalam membangun platform e-commerce yang sukses.
Layanan Adobe Commerce dari PT. Solutech:
- Konsultasi & Discovery — analisis kebutuhan bisnis mendalam dan rekomendasi solusi yang tepat
- Implementasi Magento Open Source — untuk bisnis yang ingin fleksibilitas penuh dengan biaya lisensi nol
- Implementasi Adobe Commerce Enterprise — untuk bisnis dengan kebutuhan B2B dan enterprise-grade
- Custom Theme & UI/UX Development — desain toko online yang mencerminkan identitas brand Anda
- Integrasi ERP — SAP, NetSuite, Orlansoft, Acumatica, Odoo, dan sistem ERP lainnya
- Integrasi Payment Gateway — Midtrans, Xendit, DOKU, GoPay, OVO, dan metode pembayaran lokal
- Integrasi Logistik — JNE, J&T, SiCepat, GoSend, dan mitra logistik Indonesia lainnya
- Pengembangan Mobile App berbasis Magento — aplikasi iOS & Android bertenaga Adobe Commerce
- Migrasi Platform — dari Shopify, WooCommerce, PrestaShop, atau platform lain ke Magento
- Upgrade Magento — migrasi dari versi lama (Magento 1, 2.3, 2.4.x) ke versi terbaru yang aman
- Performance Optimization — audit dan optimasi kecepatan, Core Web Vitals, dan skalabilitas
- Ongoing Retainer & Support — pengembangan fitur, keamanan, dan dukungan teknis berkelanjutan
Platform e-commerce yang tepat adalah fondasi pertumbuhan bisnis digital Anda untuk 5-10 tahun ke depan. Investasi yang tepat di awal akan menghemat biaya besar di kemudian hari. Hubungi PT. Solutech Inovasi Teknologi sekarang untuk konsultasi gratis dan temukan solusi Adobe Commerce yang paling tepat untuk bisnis Anda.
Kesimpulan: Adobe Commerce adalah Pilihan Strategis untuk E-Commerce Skala Menengah ke Atas
Adobe Commerce (Magento) pada 2026 tetap menjadi pilihan platform e-commerce enterprise yang paling kuat dan fleksibel — terutama untuk bisnis yang membutuhkan kustomisasi mendalam, kemampuan B2B yang komprehensif, katalog produk yang besar dan kompleks, serta integrasi yang kuat dengan sistem bisnis yang ada.
Dengan versi terbaru 2.4.8 yang dirilis Maret 2026, dukungan PHP 8.4, dan opsi deployment baru via Adobe Commerce as a Cloud Service, platform ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan bisnis modern. Ditambah dengan integrasi Adobe Experience Cloud yang semakin dalam, Adobe Commerce memberikan fondasi untuk pengalaman belanja yang benar-benar dipersonalisasi di semua touchpoint pelanggan.
Kunci keberhasilan implementasi Adobe Commerce bukan sekadar pada platformnya — melainkan pada mitra implementasi yang memahami bisnis Anda dan memiliki keahlian teknis yang mendalam. Dengan lebih dari 10 tahun pengalaman, PT. Solutech Inovasi Teknologi siap menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan e-commerce Anda.






